Postingan seharga 50ribu

hari itu Kamis 7/10/10 14:00, aku lagi ke jogja, di daerah malioboro lampu merah perempatan tugu PLN, tiba-tiba mobilku mogok, dibantu oleh 2 orang pengamen mobilku di dorong dengan salam, dan tetap tidak jalan, terpaksa mobil berhenti di bawah jembatan kereta api, tidak jauh dari daerah situ juga, setelah 1 jam frustasi, stress dan kehabisan akal bergelut dengan mesin mobilku, aku memanggil bala bantuan, sodaraku yang kuliah di jogja sebenarnya aku sangsi juga tentang pengetahuan dia tentang mesin, tapi tak apalah siapa tau dia bisa memberikan solusi, paling tidak teman menemani masalahku menghadapi mobil ini.. 20 menit kemudian dia datang, setelah berusaha beberapa kali dengan memancing karbu dengan bensin ketengan di pinggir jalan mobil bisa menyala, tapi sekarang aki yang menjadi masalah, akinya habis karena kebanyakan nyoba starter. untungnya spupuku punya solusi, pinjem temennya yang punya mobil buat dibantu jumping starter make Aki mobil lain, kita pun sepakat, dia ambil mobil dan aku nungguin mobil, ratusan mobil melewati mobilku yang terdiam juga puluhan pejalan kaki, beberapa diantaranya sedikit bertanya basa-basi “mobilnya mogok ya mas” dan kembali berlalu melewatiku, diantara mereka ada yang tiba-tiba duduk disampingku dan bercerita tentang hidupnya, dia adalah orang yang kerja di perusahaan forwarding dan jadi supir untuk trailer-trailernya, paling tidak itu yang dia akui…
orang stress ketemu sama temen cerita, yasudah paling tidak ada yang bisa sedikit menceriakan hariku, setelah sebelumnya kehilangan 3$ karena kesalahanku dagang paypal di kaskus… dia cerita dari pendapatannya, trayek dia yang paling jauh, masalahnya jadi supir dan tentang anak cucu-nya, melihat mobilku plat D, dia cerita tentang anaknya yang katanya kerja di Bandung, tidak lama setelah itu baru kutau namanya adalah “Hadi” pak Hadi, tiba-tiba dia bercerita tentang hal yang aku sukai, “bisnis” dia cerita karena dia kerja di perusahaan forwarding dia sering dapat “barang kapal” istilah untuk barang yang sukses melewati cukai dengan tanpa pajak dan banyak bisa didapatkan di pelabuhan, dia menawarkan “kamu ambil aja laptopku mas, aku ada dua dirumah, barang kapal” seperti kucing dapet ikan aku iya-kan aja penawaran dia, kita pun berjanji ketemu malam itu juga untuk ketemu, di rumahnya dengan gang yang dia tunjukan, tapi tidak aku tanyakan alamat lengkapnya, kedua nomer hpnya sudah lebih dulu aku simpan, beberapa saat setelahnya sodaraku datang dengan mobil, tanpa aku perintah tiba-tiba pak hadi membantuku men-jumping aki mobil, ketika itu aku teringat sebuah iklan yang dibikin sama temanku di agensi kreatif di jogja, iklan itu menceritakan betapa ramahnya kota jogja terhadap pendatangnya, dan aku mengalaminya ketika itu. mobil tetap tidak bisa jalan, dan kitapun memutuskan untuk menderek mobil itu, aku dan sodaraku beranjak untuk beli tali, “ari mobilna kumaha?” tanya sepupuku, dengan logat sunda-nya “keun baelah, sekedap iyeuh” biarin aja, cuman sebentar, balasku si pak hadi pun menawarkan untuk menjaga mobilku, aku bilang sudah pak, sudah terlalu banyak merepotkan.. tapi dia menolak dan tetap tinggal menjaga mobilku, setelahnya tali kita dapatkan, pak hadi membantu mengikatkan tali mobilku, setelahnya ketika berpamitan, pak hadi tiba-tiba bilang “mas, aku pinjem uangmu 50ribu dong, barusan beli …. (aku lupa dia bilang beli apa) lupa bawa dompet, nanti aku kembalikan ketika mas main ke rumah untuk ngomongin laptop barang kapal” sekejap aku berikan uang itu, tanpa pikir panjang, setelah mobil aku utak-atik lagi mobilku bisa jalan, segera setelahnya aku hubungi pak hadi dengan nomernya yang dia berikan, setelah nada tunggu tanpa RBT telpon tidak juga diangkat, setelahnya sebuah sms mampir ke HPku bertulisan “maaf ini nomer siapa?” kubalas ringan, “ini Denny, yang mobilnya mogok tadi sore” tidak lama balasan berkata “maaf ini nomer bu bambang, mungkin salah nomer” begitupun nomer yang satu lagi, tidak kunjung diangkat. setelah lama, akupun berkesimpulan, kedua nomer itu bukan nomer pak hadi. kembali teringat iklan tentang hospitality of joga aku berpikir, apakah kondisi ekonomi bisa mempengaruhi sebuah budaya? kota yang katanya ramah… paling tidak ini menegaskan teori yang pernah aku sampaikan kepada temanku di semarang “orang kepepet itu bisa kreatif lho kalo nyari duit” karena cara yang dilakukan pak hadi itu sangat smart sekali, moment dia tepat, memiliki reason to believe yang kuat untuk membuatku menyerahkan uang tersebut, dan sebelumnya, dia telah melakukan emotional building yang kuat denganku. and it all goes on…
sambil berpikir didalam mobil aku berpikir, total pengeluaran hari ini cukup besar, dan semuanya berasal dari hal yang tak diduga sama sekali… seketika aku tertegun… hari itu tuhan punya cara yang unik untuk menegurku yang jarang bersedekah ini.. aku ambil positifnya hari itu, salah satu diantaranya, bisa menjadi bahan cerita blog yang jarang aku update ini… what a day in jogja #jogjanow

Love that moves a mountain…

love… can someone define what love is…?

once i had a discussion about some kind of taboo discussion with three people different faith… one of them said that, love is faith, when you love someone or simply something that you just “love” there’s no reason out of it and there’s nothing to discuss it… so does faith… that strong word ended that day’s conversation… a long discussion that never lead to ending if i may say…

suatu ketika tersebutlah seorang penjelajah yang melintasi ruang dan waktu, dia berjalan random dan tidak mengarah ke sesuatu yang konkrit namun memiliki tujuan yang jelas, belum tau hingga kapan, seperti kerandoman yang telah membawa kita semua menjalani kehidupan, penjelajah tersebut hadir pada suatu gunung, entah itu hadir, menemukan atau sesederhana takdir yang membawanya kepada gunung tersebut… seperti perjalanan sebelumnya, sang penjelajah itu memiliki pilihan sederhana, pergi melintasinya, memandang sekejab untuk mengaguminya dan kembali menuju arah tujuanya, atau memutuskan untuk menetap dan menikmati keindahan gunung tersebut… seperti pilihan lain, semuanya memiliki konsekuensi dan akibat dari setiap pilihan. begitupula keputusan dia untuk mendaki gunung tersebut dan menikmati apa-apa yang dibalik gunung tersebut, ketika itu dia berpikir “semua yang dia alami di kehidupan ini adalah pelajaran, apa salahnya aku mendaki gunung tersebut? aku bisa mendapat pelajaran yang berarti yang bisa menjadi bekal aku untuk meneruskan perjalananku” dan seperti keputusan dan pemikirannya dia meneruskan untuk mendaki gunung tersebut.

dalam waktunya menikmati keindahan gunung tersebut, sang penjelajah ini mendapati suatu yang bisa dia nikmati, untuk suatu alasan tertentu dia merasa nyaman dengan gunung itu… sesuai prinsip yang dia yakini bahwa hidup itu adalah pilihan dengan konkesuensinya, dia sadar bahwa dia menjalani suatu konsekuensi bahwa dia tertahan untuk menuju arah tujuannya, dengan kebimbangan dia merasakan bahwa ini adalah akhir dari tujuannya, sekali lagi… dia merasakan… namun kenyataan berkata lain, sesuatu yang konkrit tidak pernah berbohong, ketika malam tiba dia menatap ke langit, memandangi gugusan bintang diatasnya dan tersadar, secara logis, apa yang dia lihat kepada gugusan bintang dan situasi disekelilingnya dia menjawab kepada dirinya sendiri,, “ini bukan tempat yang aku cari… logikaku mengatakan ini bukan tempat yang aku cari” dia melihat kepada sekitarnya, dia memegang peta, dan dia memiliki kertas dengan catatan kondisi tempat yang ingin dia tinggali dan jelas, ini bukan tempat yang ingin dia tinggali. dia berpikir, “mungkin saja tidak, mungkin saja aku bisa beradaptasi, atau mungkin saja aku bisa bertahan dengan situasi seperti ini”.

hari-hari dia jalani di lingkungan tersebut, semakin lama semakin dia merasa berat, dia mendaki semakin tinggi dan semakin dia tersendat. dia pun kembali tersadar bahwa lingkungan ini bukan lingungan yang sesuai dengan tujuannya lingkungan ini bukan akhir dari harapanya… waktu berlalu dan dia tetap bertahan di gunung tersebut, seorang burung hantu bijak menghampirinya, memberitahunya bahwa ini bukan tujuan hidupnya, dan dia katakan kepada burung hantu bijak tersbut bahwa ia merasa ini tempatnya, burung hantu itu berkata kepada sang penjelajah, “apakah tubuhmu bisa merasakan yang kamu rasa?” penjelajah itu berkata tidak, tubuhnya tersiksa disini, meski perasaanku nyaman, burung hantu itu pun berlalu. seiring waktu berlalu sang matahari memandanginya, dan berkata “aku mengenal gunung itu, sinar matahariku hanya bisa menumbuhkan sesuatu yang tidak bisa kamu konsumsi secara layak, aku tidak yakin kamu bisa tinggal disitu” penjelajah itu membalas, “mungkin iya, tapi aku merasa nyaman” mataharipun kembali bisu, dan angin pun tiba-tiba bersuara “lupakan semua yang mereka katakan kamu bisa hidup di gunung ini, tapi aku tidak yakin kamu bisa menjadi dirimu sendiri” sang penjelajah membalas “aku adaptif hai angin, aku bisa menghadapi lingkungan ini” sang anginpun mengembuskan pernyataannya terakhirnya “dan dengan kalimat yang kamu baru katakan, kamu bukanlah dirimu sendiri, aku memberimu nafas pertama pada kehidupanmu dan aku tau siapa kamu”

si penjelajah berpikir hingga malam tiba… hingga bintang bergumam “aku berada disini, dan terus berada disini, akulah manifestasi dari arah tujuanmu dan aku tidak berdusta, namun kamu bisa mendustakan arah kemana kamu akan melangkah” sang penjelajah terpana, namun tak berkata, bintang kembali berkata “kamulah hidupmu dan kamulah yang tau kemana, ini pilihan” sang penjelajah sadar memang ini bukan tempatnya, hingga dia berkemas meninggalkan gunung tersebut, dia tau bahwa inilah cinta, dia tidak memiliki alasan untuk tinggal, alasan untuk hidup, dan alasan untuk bahagia, tapi ini cinta, bukannya bahagiapun bisa tanpa alasan? seiring cinta dia tinggalkan gunung itu… namun yang terjadi sebenarnya adalah di pergi meninggalkan gunung itu dengan perasaan luka dan tidak tega… dia pergi dengan mata mengarah ke gunung tersebut, tanpa dia sadari dia hanya melihat kesamping gunung itu dan dia  mengitarinya…

perasaan tidak bisa berdusta, tapi dia juga yakin bintang tidak akan berdusta… kembali dia melihat bintang, dan dipikirannya “akan kuraih bintang itu dan kurubah sehingga tempat inilah tujuanku” dinaikinya puncak gunung itu dan digapainya bintang, ketika dilerengpun dia sadar bintang tidak akan bisa dia raih, tapi apa salah mencoba… ratusan kali dia raih bintang tak bergeming… hingga ia pikir untuk memindah gunung ini kepada tempat tujuannya, dia keruk gunung itu gayung demi gayung… hingga dia kesal sendiri… dan dia terhuyung sendiri… dia sadar gunung tidak bisa bersamanya…

pada saat ini, pada waktunya si penjelajah itu, dia memutuskan untuk meninggalkan gunung tersebut. dia mendapat kabar kawan sepenjelajahannya sudah jauh didepannya, dan dia bukan dirinya… diapun pergi meninggalkan gunungnya, gunung yang bahkan tidak pernah dia miliki, berkali-kali sebelumnya dia berkata pada gunung itu namun dia tidak menjawab, berkali-kali dia memeluk gunung itu namun gunung itu tak tertegun, dan berkali-kali dia coba pindah gunung itu, ia tidak bergerak… sekarang dia berjalan menuju arah yang ditunjukan bintang, namun dia bisa setiap kali memandang dari kejauhan elok gunung itu, bentuk lekuk gunung itu, saat-saat dia menikmati keindahan gunung, menemani pada malam-malamnya…

dia melangkah menyimpan benak dihatinya… “adakah cinta yang bisa memindahkan gunung?”

Love Game

it’s love buddy yet it’s a game… a love game…

As I watch your face
I can see my life go by
You mean everything to me
Just can’t take no more
Throw a smile my way
And the pain I feel inside
Turns to love for you
And I’m yours
dalam permainan cinta, dimulai dari pandangan pertama, dimulai dari awareness, dan sesuatu yang biasa menjadi lebih dari biasanya, smile look sweeter, something that we can bare became bareable, kalo orang normal sih bilangnya “itu mah perasaan lu aja kali” but lovers would rather say “it’s the power of love” :D and i’m yours
Do lovers ever need to hide
The things they really feel inside
I simply need you to need me
Can’t you see
once you in love, some simple thing became more complicated than you can ever imagine. a simple things to say like, “i need you to need be” became nonlinguistic and became sentimental, saking sentimentilnya, hingga mungkin tidak tersampaikan…
Once I hoped to be
Your lover and your friend
But it turned into a game
I can’t play no more
I believe I’m right
When I say you love me too
It just can’t go on
Your love games
Your love games
here’s the interesting part, love and games, katanya sih cinta ga pernah salah, “but as love can never fail, but fail it does” as a human with super ego, yang maunya menang doang, he would turn the love, into a game, why? because in a game, someone has to win and other lose… that’s when love turn into game… when it cames like this, fainted heart would rather say, i’ll try to play with you to please you, while some bright-head will say “It just can’t go on”
Now the time has come
To show you how I feel
The love I gave to you
I can’t give no more
Even now I see
The salt tears in your eyes
But it can’t go on
Your love games
Your love games
after this, some would say “lebih baik kita menangis dan terluka hari ini” and so people would say “I can’t give no more” and though “Even now I see The salt tears in your eyes But it can’t go on Your love games” and maybe it’s better for us to go… that’s the love games end… :D
anyway itu tadi lagu dari salah satu band favoritku, pertama suka dari betotan bass king yang gila!! bikin gue groovy abis…!! that’s Level 42 with “love games” :D

lion for lambs

#nowplaying Andien – Akankah mungkin

waktu jamanku dulu, pas jaman SMA, IPA selalu menjadi pilihan yang populer, orang tua akan bangga apabila anaknya masuk ipa, apa gara-gara efek si doel yang sukses menjadi insinyur? kalau diperhatikan lagi ilmu sosial itu lebih ekstrim dari ilmu eksak, dimana ilmu eksak selalu berkata logis dan sesuai dengan aritmatika yang berlaku, ilmu sosial melebihi itu, sifatnya abstrak, bukan berarti absurd, sesuatu yang tidak bisa di-judge dan dianggap sama (cateris paribus) karena dasarnya adalah sosial, atau hubungan manusia dengan manusia, karena ke-kompleksitasan manusia, (yang pasti jauh lebih rumit dari bilangan aritmatika atau logaritma manapun) jadi dalam ilmu sosial tidak ada yang pasti, bukan berkata 1+1=2  tapi sesuatu yang berkata 1 tambah satu bisa nol, bisa 4 atau jawaban lain.

Begitu pula dalam menejemen, atau organisasi menejemen, satu ditambah satu bisa menjadi minus… seperti ketika pemilihan kepala negara lalu, ada seorang teman yang kecewa begitu salah satu pimpinan parpol favorit dia berkolaborasi dengan salah satu parpol lain, dan dari mendukung dia menjadi membenci, karena lawan pasangnya dianggap ga bakal becus jadi pemimpin negara, jadi satu tambah satu adalah minus, dan dia tidak jadi mendukungnya. atau mungkin matematika yang berkata 3 x 3 = 9. 3 kepala memiliki 3 ide bisa menghasilkan 9 ide, kalo di organisasi nyata, ide itu bisa setengah atau jadi ratusan, dengan tambahan variabel cekcok dan miskomunikasi ide itu bisa saling mematahkan. atau saling meng-inspirasi…

begitu pula halnya dalam leadership dalam suatu team, sebuah team yang memiliki kemampuan baik, potensi yang besar, dan keunggulan yang baik akan rusak karena seorang pemimpin yang kurang kuat dalam memimpin, it’s a lions for lamb. sekelompok orang-orang cerdas yang dipimpin oleh pemimpin yang mungkin standartnya dibawah si orang-orang cerdas itu,  menjelaskan kalo team yang paling kokoh sekalipun akan hancur gara-gara pemimpin yang rapuh, ibaratkan lion for lambs, atau sekelompok singa yang dipimpin oleh domba…

that’s what happen right now…

smooth jazz…

Trammel Starks – With this tears

malam ini terasa sepi, tapi sepi bukan berarti tenang, niat ingin menenangkan ini ku-usaha wujudkan dengan memilih serangkaian playlist smooth jazz… tapi alih alih membuat perasaan tenang malah bikin suasana sendiri, iringan smooth yang terasa sendu, dengan lirik yang memperkuat imej sendu itu “with this tears” meski smooth sebenarnya tidak ada identikasi antara smooth dan sendu, mungkin mood juga ngefek kali yah, hehehe..

teringat sebuah artikel wikipedia tentang smooth jazz, dan juga beberapa forum jazz di internet yang membahas tentang smooth jazz, yang ternyata banyak di anak tirikan, dalam arti, banyak yang bilang kalo smooth jazz itu bukan “jazz” ah mungkin mereka terlalu ortodoks, karena saya juga salah seorang pencinta smooth, tapi tetep ga bisa akur sama kenny g, hehehe, karena pilihan rhytme yang slow, sentuhan sentimentil dan lainnya, tapi belakangan mulai saya temukan alasan mereka “membenci” smooth jazz, memang hampir menyentuh pop dengan sentuhan sax atau trumpet. dalam smooth jazz patter-nya biasa, tidak se fascinating jazz “beneran” yang bebas, tidak ada pattern yang jelas, cuman sense dan feel aja yang main. Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.