Denny, Jazz dan Cerita Ngarang
Denny + Jazz + Cerita + Ngarang

Feb
02
hey! pertikaian ini hanya kesalahpahaman
tak mau akhirnya
menjadi sebuah penyesalan
trimalah diriku yang tak menentu
kembalilah oh kedalam pelukanku
another favorite song from my adorable Jazz singer & composer
kenapa yah kok aku ngerasanya lagunya Indra Lesmana itu kayak lagu curhatnya dia, mungkin karena cara dia membawakan lagu-lagunya sangat emosional dan sangat menjiwai, that makes them all so real to be heard,,, lagu ini mengisahkan tentang seorang pria yang menyesal setelah bertikai dengan pasangannya, sang kekasih pergi dan si pria ini meminta kekasihnya untuk kembali, setelah menyadari bahwa sang kekasihnya itu adalah soulmate-nya, penggunaan judul dan pengulangan kata “kembalilah” dalam akhir lagu ini yang diucapkan berkali-kali hingga fade out seakan menekankan penyesalan yang dalam dan permohonan agar sang kekasih kembali ke pelukannya…
pada bagian
kepicisanmu, membuat diri bertanya
adakah artinya semua janji cinta kita
membuat aku berpikir bahwa memang ada perbedaan prinsip antara pria dan kekasihnya ini, namun tetap sang pria tak dapat hidup tanpa sang kekasih, inilah dillema epik dalam kisah cinta kebanyakan orang idealis… dimana cinta yang melibatakan emosi dan devotion bertemu idealisme yang penuh ambisi yang lekat dengan logika.. dilema ini terasa juga setelah disambung lirik
trimalah diriku yang tak menentu
salah satu ciri orang idealis yang penuh ambisi… dalam lirik ini sepertinya sang pria meminta devotion sang kekasih untuk memahami dirinya yang tak menentu…
eksekusi lagu ini… LUAR BIASA…! penggunaan instrumen-instrumen yang ga usum, ga biasa membuat lagu ini “bold” dan special… arransemennya juga experimental, beda! out-of-box! hentakan drum-nya seperti pop-funk (CMIIW) dan bass-nya agak2 sway, banyak fill in – fill in instrumen yang aku ga yakin, flute mungkin yah, permainan keyboard dalam lagu ini juga unik, sangat special di telinga saya
speaking of regrets, me myself, aku adalah orang bertipe kinetik, juga impulsif… sering take action dengan cepat, sangat responsive, tanpa berpikir jangka panjang, sedikit berbahaya apabila emosi yang sedang take control… hasilnya tindakan yang cepat dengan andalan intuisi and quick consideration dan tidak jarang diakhiri dalam penyesalan. kadang merasa salah langkah dalam mengambil keputusan, terlalu cepat menerima kesempatan, dan hasilnya kurang fokus… but i enjoyed it though… juga dalam hubungan relationship, ketika kamu  melakukan sesuatu yang pada saat itu kamu merasa benar, dan kemudian kamu sadar bahwa itu merusak hubungan kalian… penyesalan itu ada… dan selalu datang terlambat…
also speaking of dilemma about love and idealism, aku ngerasa lagu ini gue banget! have you ever love someone that you can’t let her go? mungkin pada akhirnya kamu melepaskannya secara fisik tapi hati ini tidak bisa dibohongi kan? lebih parah, have you love someone but your idealism told you she’s not good for you??? kalau kata Sade dalam lagunya king of sorrow “I’ll disappointed my future if i stayed” it feels like kick right on your ass bro…! really hard! ketika otak tak singkron dengan hati, ketika perasaan menentang logika, dan ketika idealisme berseteru dengan cinta…
anyway ini lirik dari jazz luar biasa yang aku ceritakan diatas…
[INDRA LESMANA - Kembalilah]
aku terhentak, akan kata-katamu
tak pernah kuduga ini akan terjadi
kepicisanmu, membuat diri bertanya
adakah artinya semua janji cintan kita
haruskah ada kata perpisahan?
didalam sumpah yang tlah kita ucap
Reff:
kasih dengarkan jeritan hatiku
tak dapat ku menahannya
tak dapat ku hidup tanpa dirimu
beri kesempatan untuk aku bicara
bukalah sejenak pintu hatimu
hey! pertikaian ini hanya kesalahpahaman
tak mau akhirnya
menjadi sebuah penyesalan
trimalah diriku yang tak menentu
kembalilah oh kedalam pelukanku
Reff:
kasih dengarkan jeritan hatiku
tak dapat ku menahannya
tak dapat ku hidup tanpa dirimu
dengarkan…
Reff:
kasih dengarkan jeritan hatiku
tak dapat ku menahannya
tak dapat ku hidup tanpa oooh
kasih dengarkan jeritan hatiku
tak dapat ku menahannya
tak dapat ku hidup tanpa dirimu
kembalilah…
kembalilah…
kasih kembalilah…
kembalilah
Jan
30
it’s time we departed it much better so… but kiss me as you go… goodbye…

have you face “goodbye”? when two different thing’s try to blend tapi ternyata seperti berbeda senyawa… mungkin hanya bisa ber-difusi sejenak, kemudian kemabali kepada zat-nya masing-masing, seperti berusaha mencampur air dan minyak… it’s worthless effort..

oke ada yang bilang perbedaan itu justru untuk saling melengkapi, tapi sepertinya kurang ada niat, dan yang terjadi, kedua zat ini saling memperkuat sifatnya dan seperti tadi, tidak bisa bersatu. biarlah air menjadi air dan minyak menjadi minyak.

but kiss me as you go…

last kiss is the best kiss, though it’s more bitter than a cigar… i had it last…! it had to be ended anyway…

I’ll never forget how we promised one day To love one another, forever that way

promise… is just promise anyway, somehow promise is there so you can forget it, no matter how memorable is it, it’s like promise is made to be broken this time… though i never forget them… ;)

No need to wonder why, Let’s say farewell with a sigh, And let love die…

yeah,,, no need to wonder why, tidak perlu ditanya menyapa, engkaupun selalu tidak mau tau bukan? “why” adalah pertanyaan paling menggoda iman, yet it’s philosophic, yet it makes you idealize, yet it sometimes discarding your wiseness… so, shall we don’t ask why… no need to wonder why, and let’s say farewell with a sigh… and let love die… =)

but kiss me as you go… goodbye…

again, please kiss me as you go… maybe our scene, our chapter, or our story is worthless, but believe me, you’re kiss is worth to live. itulah dimana air menyatu dengan minyak, melepas semua sifat dan ego dari masing-masing zat, dan menjadi senyawa netral untuk kita bersatu, walau hanya sementara, it’s worthed…

here’s the great Jazz Balad execute by Lizz Wright, tittled ”goodbye”

[LIZZ WRIGHT - goodbye]

I’ll never forget you

I’ll never forget you

I’ll never forget how we promised one day

To love one another, forever that way

We said we’d never say goodbye

But that was long ago, long ago

Now you’ve forgotten, I know

No need to wonder why,

Let’s say farewell with a sigh

And let love die…

But we’ll go on living, our own way of living

So you take the high road, and I’ll take the low

It’s time that we parted, it’s much better so….

But kiss me as you go….

Goodbye

Goodbye

I’ll never forget you

Never… Kiss me as you go…

No personal approach or memoir, ini hanya ungkapan sentimentil dari diriku yang berusaha untuk masuk kedalam lagu Smooth Jazz yang menjadi salah satu “top rated”

Jan
29
taukah kau bahwa wanita itu memiliki satu misteri tersendiri, kalo kata homer simpson  pada monolognya kepada “Mr. Teddy” You’re saying that you know women and that when women say they’re not mad, they’re madder than ever? seperti kalau wanita berkata tidak itu belum tentu berarti tidak…
terkadang dillema seperti itu yang kita hadapi dalam sebuah jalinan komunikasi, you can say that on relationship, teamwork, organization or every kind of human to human interaction. dillema itu kadang menjadi seni tersendiri bagi pejuang cinta yang memperjuangkan pengakuannya sebagai pecinta dihadapan wanita, hahaha, women are mystery sometimes lead to misery :P tapi kadang dillema itu bisa menjadi bumbu dan aksen yang menyenangkan dalam sebuah cerita, mungkin awalnya pahit atau terasa asam, but when you kick back and relax you’ll find it stupid hilarious experience, like i did, ehehehe…
sebuah arransemen jazz yang telah di eksekusi oleh Jane Monheit berduet dengan Michael Buble menceritakan dillema diatas kedalam sebuah musik jazz, dan voilla…! jadilah salah satu musik jazz yang aku favoritkan… (perasaan hampir semua postingan tentang jazz aku favoritin semua deh =p)  Jane Monheit dengan suaranya yang centil, scat yang menawan bisa menjadi romantis dalam lagu ini aku senang sekali mendengar eksekusi scat monheit pada bagian “I know that music leads the way to romance,” terdengar natural dan smooth… suara buble yang berat dan ngebass bisa menemani suara monheit yang tinggi dan melengking… terdengar sangat nice sekali…
[Jane Monheit & Michael Buble - I Won't Dance]
I won’t dance, don’t ask me
I won’t dance, don’t ask me
I won’t dance, merci beaucoup

My heart won’t let my feet do things that they should do
You know what?, you’re lovely
You know what?, you’re so lovely
And, oh, what you do to me

I’m like an ocean wave that’s bumped on the shore
I feel so absolutely stumped on the floor

When you dance, you’re charming and you’re gentle
’specially when you do the Continental

But this feeling isn’t purely mental
For, heaven rest us, I am not asbestos

And that’s why
I won’t dance, why should I?
I won’t dance, how could I?
I won’t dance, merci beaucoup

I know that music leads the way to romance,
So if I hold you in my arms… I won’t dance

so… shall we dance? coz i feel like Mr. Bonjangles


Jan
28

dan ketika semuanya senyap, ketika semuanya gelap, ketika malam semakin pekat, disanalah aku seakan bisa mengenal diriku lebih dekat

suatu ketika ditanah Jawa Tengah, lepas dari kota Semarang, malam itu begitu gelap, kepekatan gelapnya mungkin setara dengan jika kamu menutup mata, jam segini kira-kira (aku nulis post jam 03:03) aku keluar dari posko KKN-ku ketika itu, dan pergi ke jalan yang sudah rusak itu, yang berbicara hanya serangga, celetukan burung sesekali, dan hempasan angin yang berhembus berbisik… disana ada pohon karet berbaris rapih,,, jumlahnya mungkin ratusan, mendekati ribun… tidak ada lampu, yang ada hanyalah titik-titik bintang diatas sana, sejauh mata memandang hanya terlihat kegelapan, dan aku senang…

aku ga tau aku sangat menyenangi kegelapan, buatku kegelapan itu nyaman, tenang, dan seakan aku bisa dekat dengan diriku, mengenal diriku, dan memahami keinginannya, secara perlahan, secara tenang…

dalam kesunyian terdapat renungan yang membicarakan apa yang hendak aku inginkan, dan apa yang aku harus lakukan, untuk dunia, untuk aku, atau untuk duniaku? buatku kegelapan adalah suatu dunia yang nyaman untukku, dan kesunyian merupakan suatu aransemen musik tersendiri untukku… terasa menenangkan…

tidak selamanya kita harus berlari mengejar mimpi, mimpi itu tetap disana, kamu hanya perlu meraihnya, tapi tidak selamanya harus berlari bukan, mengapa tidak berhenti sejenak, merenungi, benarkah arah tujuanmu, benarkah ini sesuai dengan apa amanahmu, dan benarkah cara yang kau gunakan… kalo kata chris martin dalam lagunya Coldplay “such a rush” such a rush to do nothin at all, aku menerjemahkannya sebagai if you got rushed like crazy you might not doing at all, because you might don’t know what you’ve done… diamlah sejenak, nikmati hasil karyamu, lihat apa yang telah kau kerjakan, pertimbangkanlah lagi semuanya… be silent

malam ini tidak seperti biasanya, kamar ini hening, semua lampu aku matikan, yang ada hanya suara angin, dan suara laptop dengan colling-fan nya yang berputar… malam ini aku ingin diam… sebenarnya aku berharap mati lampu, dan mendapati gelap malam seperti malam itu di kalijambe

arransement track malam ini berjudul -silently

Jan
28

jarang sekali musisi Indonesia menggunakan bahasa daerah sebagai lirik dalam lagunya, kalaupun ada biasanya lebih ke lirik yang dibikin lucu-lucuan atau gaya-gayaan, dan hanya sepatah-sepatah, tidak serius. ada 1 musisi etnis yang senang (dan memang konsepnya etnis) menggunakan bahasa lokal, dia Vicky Sianipar, tapi sepertinya market acceptance-nya tidak begitu baik, dan agak tenggelam ditelan pasar, memprihatinkan…

yang pingin saya bahas kali ini adalah Simak Dialog, salah satu Musisi + Composer Jazz favorit saya ada disini, dialah Tohpati. nama Simak dialog saya berani taruhan hanya 5% or less dari pembaca blog ini yang pernah denger nama Simak Dialog. Simak Dialog berdasarkan myspace mereka, Simak Dialog memiliki formasi:

Riza Arshad – ac piano, Rhodes, soundscapes.

Tohpati Aryo Hutomo- acoustic/electric guitars, soundscapes.

Endang Ramdan – Sundanese kendang & percussions.

Adhitya Pratama – fretless bass. Erlan Swardana- Sundanese kendang, kethuk & percussions.

Cucu Kurnia – metal toys

konon dulu Indra Lesmana juga sempat me-motori Simak Dialog. Simak Dialog kalo boleh saya bilang memiliki musik etnis, musiknya adalah komunikasi mungkin tercermin dari nama mereka “Simak Dialog” sering melakukan tour di beberapa kota di Eropa, dan lebih di-appresiasi di Eropa ketimbang di Indonesia, menyedihkan…  pada 2 album yang terekam dalam  hardisk saya (Album Lukisan dan Album Patahan) 90% dari lagu mereka instrumentalia, komposisi nada yang indah dan bicara. namun ada 1 lagu yang paling membekas di hati dan telinga saya, adalah “kerinduan” pertama saya pikir lagu itu ber-lirik spanyol, tetapi ternyata itu adalah bahasa flores, sangat indah, dan sangat membekas di telinga saya, dinyanyikan oleh 4 orang vokalist, yaitu: Gideon R, Hallatu, Fika, Ivan Nestorma…

lagu ini menceritakan tentang orang yang rindu akan kampung halamannya, dan ke-empat vokalis tersebut telah meng-eksekusi lagu ini dengan baik, sehingga selalu ear-catchy untuk  saya dan memberi emosi yang dalam pada lagu ini…

[SIMAK DIALOG - Kerinduan]

Am sa inga betul saat pertama, pi ketemu kamu orang kadeli

Am su terlalu lama sa sendiri e, di dorang putana ini ole oe

Ho’o de reke rug’ta, cemol keor tana gea
Gereng meu sina, le tiong penti
Dion keta one beo rug go, logur pasti kae do no ta
Ise bengkes kid keor ge

Imus dised ngo lesio, dia compang wa reha
To e manga suan, one lino ho …
Monggur keta kid lemane, natas ga lingan kaedo
Agu tiong kid molas ta

Ho’o de reke rug’ta, cemol keor ga gea
Gereng meu sina, le tiong penti
Dion kin ngo ne beo rug mo, logur ase ka’e do ta
Ise bengkes kid keor ge …

Imus dised ngo lesio, dia compang wa reha
To e manga suan, one lino ho …
Monggur keta kid lemane, natas ga lingan kaedo
Agu tiong kid molas ta
Monggur keta kid lemane, natas ga lingan kaedo
Agu tiong kid molas ta
Jan
25
Sejuknya hembus angin
Telah redakan
Segala amarah dalam hatimu
Terkadang kau sendiri tak mengerti
Begitu mudah engkau kecewa
Oh..dan ini seringkali terjadi
setiap harapanmu tak terpenuhi
Kau coba menyendiri dan membisu
Tuk memahami isi jiwamu
Lalu tercipta sebuah lagu merdu
Tempat curahan segala resah
Dan kau ceritakan pada dunia
Oh..tentang harapan dan angan-anganmu
Oh..aku ingin dapat bebas lepas
Aku ingin senantiasa merasa bahagia
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang peduli
Oh..aku ingin dapat mengungkapkan
Segala yang kurasakan dalam hati ini
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang mengerti
Satu lagu, satu pencipta lagu, terdapat 2 aransemen yang saya ketahui, musisi jazz favorite saya, Indra Lesmana, musisi idealis yang nampol, dalam aransemen pertama, kurang jazzy, tapi tetap berdenyut Jazz,
dimata saya lagu ini bercerita tentang seorang (seorang disini berarti adalah orang lain yang diluar dirinya sendiri) memiliki pola pikir diluar dunianya, diluar orang sekelilingnya, berbeda liar dan unacceptable,
Terkadang kau sendiri tak mengerti
Begitu mudah engkau kecewa
Oh..dan ini seringkali terjadi
setiap harapanmu tak terpenuhi
penuh ambisi, penuh dengan impian dan cita-cita, once I’ve heard semakin besar target dan ambisi kita, semakin mudah kita kecewa, jadi kecewa??? Let’s see the Brightside, disappointed means you have a high dream to catch. Jadi kecewa? Ya, semua orang yang berambisi dia akan kecewa, karena ambisinya besar! Bit of more than you could chew. This part motivates me when I’m down… orang-orang besar itu mereka kuat bukan karena mereka tidak pernah kecewa, tapi bagaimana mereka bangkit dari kecewa itu, atau mungkin membuat kekecewaan itu menjadi kekuatan?
Kau coba menyendiri dan membisu
Tuk memahami isi jiwamu
Lalu tercipta sebuah lagu merdu
Tempat curahan segala resah
Mungkin saking liarnya isi jiwanya, dia sendiri seakan tidak mengerti apa itu, dia mencipta lagu curahan sgala resah, seorang yang mencurahkan segala yang dia rasa dalam sebuah lagu, terdengar negative namun sebenarnya positif jika kita lihat dari sudup pandang yang sedikit berbeda, menurut aku orang ini musisi, dia mengaliran keresahannya dalam sebuah lagu. Mengkonversi kebenciannya, ketidak mengertiannya menjadi sebuah lagu, menjadi sebuah produk positif, sebuah lagu yang akhirnya sering saya dengar… over-and-over again… lagu ini punya soul, yang melegakan, meski sendu tapi penghias sendu…
Dan kau ceritakan pada dunia
Oh..tentang harapan dan angan-anganmu
Oh..aku ingin dapat bebas lepas
Aku ingin senantiasa merasa bahagia
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang peduli
Told ya, this man is full of hopes, penuh dengan harapan dan angan, he want to share to the world, but I guess this man is a lone man, penyendiri
Kau coba menyendiri dan membisu
Tapi mimpinya dunia, angannya luar biasa, hanya aku menemukan sensasi kehampaan dan kegalauan, kata “ingin” berarti belum,
Oh..aku ingin dapat bebas lepas
Ingin bebas lepas berarti belum bebas dan lepas
Aku ingin senantiasa merasa bahagia
Ingin merasa bahagia berarti belum bahagia?
Tapi bebas, bahagia, itu subjektif, sangat tergantung subjeknya, kebahagian itu relatif, se absurd dan seabstrak kebebasan… jadi kalimat negatif disini buat saya adalah denyutan manusiawi yang pasti pernah tidak bahagia dan pernah merasa terkekang, but that’s process you’ll see it worth when you look back upon your succeed, it’ll be a bliss sweet memory…
Oh..aku ingin dapat mengungkapkan
Segala yang kurasakan dalam hati ini
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang mengerti
Tiada yang bisa mengerti karena it’s about he and his head, dan orang-orang seperti ini bisa satu, sejuta. Tiada yang bisa mengerti & He keep it at his heart, make it an abstract story, maybe untold story, sebuah cerita dari penyendiri yang asik dengan dirinya, asik dengan memori impian dan ceritanya, some genius does this, to explore their complicated mind, ada yang bilang jangan terlalu idealis dan jangan terlalu filusuf… but somehow orang seperti ini menikmati kala-kala ini, mulutnya mungkin menyampah, pikirannya mungkin galau, tapi pikirannya bebas bahagia di fase-fase seperti ini, bahagia yang mungkin tersembunyi dalam kegalauan…
Sejuknya hembus angin
Telah redakan
Segala amarah dalam hatiku
Terkadang ku sendiri tak mengerti
Begitu mudah daku kecewa
Oh..dan ini seringkali terjadi
setiap harapanku tak terpenuhi
Ku coba menyendiri dan membisu
Tuk memahami isi jiwaku
Lalu tercipta sebuah lagu merdu
Tempat curahan segala resah
Dan ku ceritakan pada dunia
Oh..tentang harapan dan angan-anganku
Oh..aku ingin dapat bebas lepas
Aku ingin senantiasa merasa bahagia
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang peduli
Oh..aku ingin dapat mengungkapkan
Segala yang kurasakan dalam hati ini
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang mengerti

Sejuknya hembus angin

Telah redakan

Segala amarah dalam hatimu

Terkadang kau sendiri tak mengerti

Begitu mudah engkau kecewa

Oh..dan ini seringkali terjadi

setiap harapanmu tak terpenuhi

Kau coba menyendiri dan membisu

Tuk memahami isi jiwamu

Lalu tercipta sebuah lagu merdu

Tempat curahan segala resah

Dan kau ceritakan pada dunia

Oh..tentang harapan dan angan-anganmu

Oh..aku ingin dapat bebas lepas

Aku ingin senantiasa merasa bahagia

Aku ingin dapat terbang jauh

Bila tiada yang peduli

Oh..aku ingin dapat mengungkapkan

Segala yang kurasakan dalam hati ini

Aku ingin dapat terbang jauh

Bila tiada yang mengerti


Satu lagu, satu pencipta lagu, terdapat 2 aransemen yang saya ketahui, musisi jazz favorite saya, Indra Lesmana, musisi idealis yang nampol, dalam aransemen pertama, kurang jazzy, tapi tetap berdenyut Jazz,

dimata saya lagu ini bercerita tentang seorang (seorang disini berarti adalah orang lain yang diluar dirinya sendiri) memiliki pola pikir diluar dunianya, diluar orang sekelilingnya, berbeda liar dan unacceptable,

Terkadang kau sendiri tak mengerti

Begitu mudah engkau kecewa

Oh..dan ini seringkali terjadi

setiap harapanmu tak terpenuhi

penuh ambisi, penuh dengan impian dan cita-cita, once I’ve heard semakin besar target dan ambisi kita, semakin mudah kita kecewa, jadi kecewa??? Let’s see the Brightside, disappointed means you have a high dream to catch. Jadi kecewa? Ya, semua orang yang berambisi dia akan kecewa, karena ambisinya besar! Bit of more than you could chew. This part motivates me when I’m down… orang-orang besar itu mereka kuat bukan karena mereka tidak pernah kecewa, tapi bagaimana mereka bangkit dari kecewa itu, atau mungkin membuat kekecewaan itu menjadi kekuatan?

Kau coba menyendiri dan membisu

Tuk memahami isi jiwamu

Lalu tercipta sebuah lagu merdu

Tempat curahan segala resah

Mungkin saking liarnya isi jiwanya, dia sendiri seakan tidak mengerti apa itu, dia mencipta lagu curahan sgala resah, seorang yang mencurahkan segala yang dia rasa dalam sebuah lagu, terdengar negative namun sebenarnya positif jika kita lihat dari sudup pandang yang sedikit berbeda, menurut aku orang ini musisi, dia mengaliran keresahannya dalam sebuah lagu. Mengkonversi kebenciannya, ketidak mengertiannya menjadi sebuah lagu, menjadi sebuah produk positif, sebuah lagu yang akhirnya sering saya dengar… over-and-over again… lagu ini punya soul, yang melegakan, meski sendu tapi penghias sendu…

Dan kau ceritakan pada dunia

Oh..tentang harapan dan angan-anganmu

Oh..aku ingin dapat bebas lepas

Aku ingin senantiasa merasa bahagia

Aku ingin dapat terbang jauh

Bila tiada yang peduli

Told ya, this man is full of hopes, penuh dengan harapan dan angan, he want to share to the world, but I guess this man is a lone man, penyendiri

Kau coba menyendiri dan membisu

Tapi mimpinya dunia, angannya luar biasa, hanya aku menemukan sensasi kehampaan dan kegalauan, kata “ingin” berarti belum,

Oh..aku ingin dapat bebas lepas

Ingin bebas lepas berarti belum bebas dan lepas

Aku ingin senantiasa merasa bahagia

Ingin merasa bahagia berarti belum bahagia?

Tapi bebas, bahagia, itu subjektif, sangat tergantung subjeknya, kebahagian itu relatif, se absurd dan seabstrak kebebasan… jadi kalimat negatif disini buat saya adalah denyutan manusiawi yang pasti pernah tidak bahagia dan pernah merasa terkekang, but that’s process you’ll see it worth when you look back upon your succeed, it’ll be a bliss sweet memory…

Oh..aku ingin dapat mengungkapkan

Segala yang kurasakan dalam hati ini

Aku ingin dapat terbang jauh

Bila tiada yang mengerti

Tiada yang bisa mengerti karena it’s about he and his head, dan orang-orang seperti ini bisa satu, sejuta. Tiada yang bisa mengerti & He keep it at his heart, make it an abstract story, maybe untold story, sebuah cerita dari penyendiri yang asik dengan dirinya, asik dengan memori impian dan ceritanya, some genius does this, to explore their complicated mind, ada yang bilang jangan terlalu idealis dan jangan terlalu filusuf… but somehow orang seperti ini menikmati kala-kala ini, mulutnya mungkin menyampah, pikirannya mungkin galau, tapi pikirannya bebas bahagia di fase-fase seperti ini, bahagia yang mungkin tersembunyi dalam kegalauan…

satu yang cukup unik, di aransemen kedua ini, lebih terasa jazz-nya smoooooth jazz… i love this version, dan apa yang membedakan dari lirik aransemen kedua ini? perhatikan liriknya, perbedaanya hanya seutas rambut…

Sejuknya hembus angin

Telah redakan

Segala amarah dalam hatiku


Terkadang ku sendiri tak mengerti

Begitu mudah daku kecewa

Oh..dan ini seringkali terjadi

setiap harapanku tak terpenuhi


Ku coba menyendiri dan membisu

Tuk memahami isi jiwaku

Lalu tercipta sebuah lagu merdu

Tempat curahan segala resah


Dan ku ceritakan pada dunia

Oh..tentang harapan dan angan-anganku


Oh..aku ingin dapat bebas lepas

Aku ingin senantiasa merasa bahagia

Aku ingin dapat terbang jauh

Bila tiada yang peduli


Oh..aku ingin dapat mengungkapkan

Segala yang kurasakan dalam hati ini

Aku ingin dapat terbang jauh

Bila tiada yang mengerti

yap….! lirik kau diganti dengan ku, dan dia, mengakui kalau itu adalah dirinya, bahwa itu adalah alam pikiran pengalamannya, ungkapan hatinya, ungkapan hati dari seorang musisi jenius yang menciptakan one of his masterpiece song… great! one of my playlist wajib…!

Jan
02
dini hari, setelah 3 jam saya menginjak tanah semarang, saya sedang diskusi cinta sama seorang kaskuser, bukan cinta-cinta-an tapi “cinta”. dan teringat sebuah diskusi dengan seorang sahabat… dulu… biar lebih asik, kumpulan smooth jazz aku pasang menemani langit kelam ini
ketika itu jam menunjukan pukul 23 lebih dikit, warung kopi ini biasanya tutup jam 24, beberapa jam yang lalu hujan besar menjatuhi langit di kota atlas ini, dan mungkin penikmat kopiku sedang enggan untuk bergumul dengan derasnya hujan dimalam itu, jalananpun lenggang… pri dan firman aku minta untuk off-shift saja, saat itu ada aku, mas made, dan kedua peracik kopi yang loyal menemaniku berdagang kopi…
rasanya saya masih bisa ingat aroma di warung kopi itu, aroma udaranya, aroma bekas rokok yang tertinggal di warung itu, dan iringan lagu jazz-nya…
malam itu sebenarnya sayang untuk dilewatkan begitu saja tanpa pembicaraan kopi, dan aku rasa mas made setuju. dua cangkir kopi aku seduh kembali, kuletakan di dekat lengan made yang sedang asik duduk di meja bar, dan sign “open” kubalik hingga bertuliskan “closed” diiringi simponi jazz kita bicara kopi, dari biji kopi menuju surga dan berlabuh pada cinta. jarang orang yang bisa saya ajak bicara filusuf seperti mas made, kita berdua adalah orang yang senang membahas masalah yang bermula dari “the why” dan “what if”
Des
26

prepost: satu lagi bungkus sampurna terbeli, ternyata kasir indomaret di Malang lebih brengsek daripada di Semarang, markup dan ga mau dimintain struk. sekali lagi bau tanah sehabis hujan terhirup, dan lagu “rainy days and you” terdengar sendu di lagu oleh Karimata Feat Phill Phery, kolaborasi musisi Jazz Lokal dan Internasional yang terbalut apik…

terkadang kita suka terjebak yah sama posisi kita di Comfort Zone, begitu kita merasa aman, nyaman dan tentram kayaknya semangat untuk bertarung jadi ter-urung. kalo ada yang ber-apiapi suka ditempik dengan kata “tenang aja… belanda masih jauuuh” ehhh, ga sadar sudah disergap… hahaha.. ini nih yang ga gue suka kalo pulang ke Rumah, semuanya tersedia, semuanya nyaman, di kulkas persediaan penuh, makan tinggal ambil ga usah mikir, jam 9 udah pada tidur, ga ada yang ngejar-ngejar, dan paling nyebelin adalah hiburan ada dimana-mana, game dengan kualitas grafis tinggi dari komputer game ade gue senantiasa menggoda aku untuk main dan main. sofa di ruang keluarga terasa nyaman untuk di-rebahi, TV segede gaban juga bikin mata mau ga mau ngeliat tayangan yang ga berkualitas itu.

kalo aku di Semarang, ga bisa kaya gini, hawa-nya perang, kamar aja kaya medan perang (kalo ini sih alasan, bilang aja males!) dan tiba-tiba aku rindu semarang… dengan aktivitas yang menguras otak dan pikiran, gue disini mati gaya, yang ada main mulu, tidur mulu, it’s really really my savehouse, antara benci dan suka… pingin banget deh gue bikin rumah ini kayak suasana perang, biar yang lain pada aware, adik gue ga main mulu, gue juga ga males-malesan, aku sudah berencana, untuk ngajak mereka mikir, mau dimana keluarga ini dibawa, (sumpah! gue lagi mikirin itu!). bapak juga sudah pensiun, aku rasa dia masih punya potensi untuk diajak perang, fisiknya aja yang sudah seperti itu tapi idenya dan idealismenya aku rasa masih garang, bisa tumpul kalo ga dipake lagi… seperti kata Julius Cecar

“saya tida bertambah tua, tapi bertambah dewasa, dan rambut saya bukan memutih, tapi bersinar”

comfort zone… beberapa orang akan seneng kali kalau berada di posisi itu, tapi bukan aku, mungkin fisik ini senang, dimanja, tapi otak ini mati rasa, dia menuntut untuk dibantai, untuk dihabisi, untuk diajak berperang. batang tembakau pun ini terasa kurang enak kalo tidak dihirup dengan pikiran. tapi ini kan liburan, memang saat-nya bersenang-senang den… tapi ga bisa dipungkiri kalo aku sudah rindu peperangan itu i miss semarang already, meski aku tau, ketika sedang rusuh-rusuhnya aku teriak di medan perang, gue pingin ke-Malang…! pingin kabur…! kadang pikiran ini memang susah dimengerti, hahaha…

beberapa saat sebelum journal ini tertulis, seorang teman mengajakku melakukan sesuatu, bagai brief mission dia kasih gue tugas untuk berpikir… dan tiba-tiba gue jadi kayak cacing kepanasan, oke oke oke interseting! now what should i do? what i got to do? how? when? another war field, yeah…!!! kalo jadi gue bakal ngurus sebuah majalah di Semarang! yeah! gue sudah mulai haus darah…! i miss Semarang already…!

postscript: dan hujan kembali menetes di malam ini…

Des
26

prepost: here in malang, nice weather, nice morning dew, and also nice rhyme of Ella Fitzgerald singing “wait till you see him” it’s story about 2 days ago folks, about how i get here…

I’t was on a bike, time was 20:45, travelling about 70KMH...

me: hit that mates! my loco is depart at 20:50, we still got bunch of street to pass!

T: you’re riding economic train aight? easy, they’re never on time, relax pal… is this your first time?

me: yeah, my first, it’s on you, i just want to be in Malang by the sun is shining!

It was on a dorm, a couples hour before the conversation above took time:

me: “aight fella, i’m going to malang tonight, would you give me a ride to the bus stop?”

T: “bus? what if trying something new, and challenging? the economic train by the holiday? it cost you 28.000 IDR while Bus will cost you 80.000…”

R: “but he is alone (said her to him <T>), last time we took that train was in group, no denny! you better take the bus, it’s fun while you in group but it’s nightmare you took it alone

T: i’d took train if i were you, you’ll see life my friend…

Read the rest of this entry »

Des
22

pre-post: well, gue lagi males parah! sebenernya banyak tugas rumah yang terbengkalai, saya selalu punya alasan yang kuat untuk menjadi malas yaitu “lagi ga ada mood nih” yeah.. itu alasan orang-orang yang tidak punya menejemen waktu dan prioritas baik, aku tau itu. untuk itulah saya iseng menulis apa yang ada di kepala kedalam blog ini sejenak, semoga menjadi katalisator yang baik… streaming Jazz pun dimainkan…

dalam marketing, ada yang namanya perceived quality dan ada yang namanya received quality, kalau perceived quality adalah kualitas yang di persepsikan, dan received quality adalah kualitas yang diterima, yang benar-benar terjadi.

perceive quality adalah ketika teman baik kamu bilang kalo “wah, lu harus cobain bakso pak maman deh, rasanya enak banget” atau ketika kamu melihat iklan seorang ibu mencuci bajunya make deterjen “kinclong” kemudian dicuci sekejap baju itu jadi putih bersinar, kemudian kamu berpikir, “wah hebat itu deterjen, bikin nyuci jadi gampang dan bersih” dalam contoh tadi kamu dipersepsikan oleh teman kamu bahwa bakso pak maman benar-benar enak, dan kamu mempersepsikan diri kamu bahwa deterjen kinclong itu hebat dari iklan yang kamu lihat. Read the rest of this entry »